Advertisement

  • Parameter Pencemaran Lingkungan

    Untuk mengukur tingkat pencemaran diasuatu tempat digunakan
    parameter pencemaran. Parameterpencemaran digunakan sebagai indikator
    (petunjuk) terjadinya pencemaran dan tingkat pencemaran yang telah terjadi.
    Paarameter pencemaran meliputi parameter fisik, parameter kimia, dan
    parameter biologi.
    1. Parameter Fisik
    Parameter fisik meliputi pengukuran tentang warna, rasa, bau, suhu,
    kekeruhan, dan radioaktivitas.
    2. Parameter Kimia
    Parameter kimia dilakukan untuk mengetahui kadar CO2, pH, keasaman,
    kadar logam, dan logam berat. Sebagai contoh berikut disajukan
    pengukuran pH air, kadar CO2, dan oksigen terlarut.
    a. Pengukuran pH air
    Air sungai dalam kondisi alami yang belum tercemar memiliki
    rentangan pH 6,5 – 8,5. Karena pencemaran, pH air dapat menjadi
    lebih rendah dari 6,5 atau lebih tinggi dari 8,5. Bahan-bahan organik
    biasanya menyebabkan kondisi air menjadi lebih asam.
    Kapurmenyebabkan kondisi air menjadi alkali (basa). jadi, perubahan
    pH air tergantung kepada macam bahan pencemarnya.
    Perubahan nilai pH mempunyai arti penting bagi kehidupan air. Nilai
    pH yang rendah (sangat asam) atau tinggi (sangat basa) tidak cocok
    untuk kehidupan kebanyakan organisme. Untuk setiap perubahan satu
    unit skala pH (dari 7 ke 6 atau dari 5 ke 4) dikatakan keasaman naik 10
    kali. Jika terjadi sebaliknya, keasaman turun 10 kali. Keasaman air
    dapat diukur dengan sederhana yaitu dengan mencelupkan kertas
    lakmus ke dalam air untuk melihat perubahan warnanya.
    b. Pengukuran Kadar CO2
    Gas CO2 juga dapat larut ke dalam air. Kadar gas CO2 terlarut sangat
    dipengaruhi oleh suhu, pH, dan banyaknya organismeyang hidup di
    dalam air. Semakin banyak organisme di dalam air, semakin tinggi
    kadar karbon dioksida terlarut (kecuali jika di dalam air terdapat
    tumbuhan air yang berfotosintesis). Kadar gas CO dapat diukur dengan
    cara titrimetri.
    c. Pengukuran Kadar Oksigen Terlarut
    Kadar oksigen terlarut dalam air yang alami berkisar 5 – 7 ppm (part
    per million atau satu per sejita; 1ml oksigen yang larut dalam 1 liter air
    dikatakan memiliki kadar oksigen 1 ppm). Penurunan kadar oksigen
    terlarut dapat disebabkan oleh tiga hal :
    1. Proses oksidasi (pembongkaran) bahan-bahan organik.
    2. Proses reduksi oleh zat-zat yang dihasilkan baktri anaerob dari
    dasar perairan.
    3. Proses pernapasan orgaisme yang hidup di dalam air, terutama
    pada malam hari.
    Pencemaran air (terutama yang disebabkan oleh bahan
    pencemar organik) dapat mengurangi persediaan oksigen terlarut. hal ini
    akan mengancam kehidupan organisme yang hidup di dalam air. Semakin
    tercemar, kadar oksigen terlerut semakin mengecil. Untuk dapat mengukur
    kadar oksigen terlarut, dilakukan dengan metode Winkler.
    Parameter kimia yang dilakukan melalui kegiatan pernapasan
    jasad renik dikenal sebagai parameter biokimia. contohnya adalah
    pengukuran BOD dab COD.
    Pengukuran BOD
    Bahan pencemar organik (daun, bangkai, karbohidrat, protein)
    dapat diuraikan oleh bakteri air. Bakteri memerlukan oksigen untuk
    mengoksidasikan zat-zat organik tersebut. akibatnya, kadar oksigen
    terlarut di air semakin berkurang. Semakin banyak bahan pencemar
    organik yang ada di perairan, semakin banyak oksigen yang digunakan,
    sehingga mengakibatkan semakin kecil kadar oksigen terlarut.
    Banyaknya oksigen terlerut yang diperlukan bakteri untuk
    mengoksidasikan bahan organik disebut sebagai Konsumsi Oksigen
    Biologis (KOB) atau Biological Oksigen Demand, yang biasa disingkat
    BOD. Angka BOD ditetapkan dengan menghitung selisih antara oksigen
    terlarut awal dan oksigen terlarut setelah air cuplikan (sampel) disimpan
    selama 5 hari pada suhu 20oC. Karenanya BOD ditulis secara lengkap
    BOD205 atau BOD5 saja. Oksigen terlarut awal diibaratkan kadar oksigen
    maksimal yang dapat larut di dalam air. Biasanya, kadar oksigen dalam air
    diperkaya terlebih dahulu dengan oksigen. Setelah disimpan selama 5 hari,
    diperkirakan bakteri telah berbiak dan menggunakan oksigen terlarut
    untuk oksidasi. Sisa oksigen terlarut yang ada diukur kembali. Akhirnya,
    konsumsi oksigen dapat diketahui dengan mengurangi kadar oksigen awal
    dengan oksigen akhir (setelah 5 hari).
    3. Parameter Biologi
    Di alam terdapat hewan-hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme
    yang peka dan ada pula yang tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu.
    Organisme yang peka akan mati karena pencemaran dan organisme yang
    tahan akan tetap hidup. Siput air dan Planaria merupakan contoh hewan
    yang peka pencemaran. Sungai yang mengandung siput air dan planaria
    menunjukkan sungai tersebut belum mengalami pencemaran. Sebaliknya,
    cacing Tubifex (cacing merah) merupakan cacing yang tahan hidup dan
    bahkan berkembang baik di lingkungan yang kaya bahan
    organik,meskipun spesies hewan yang lain telah mati. Ini berarti
    keberadaab cacing tersebut dapat dijadikan indikator adanya pemcemaran
    zat organik. Organisme yang dapat dijadikan petunjuk pencemaran dikenal
    sebagai indikator biologis.

0 komentar:

Leave a Reply

Mengenai Saya

Foto saya
haiii... ini blog pertama aq ,,cmg bermanfaat untuk semua... n lu ada kesalahan dalam blog yang aq buat,,mohon di maklumi... karna manusia tak luput dari kesalahan... :)

Featured Video

Pengikut

Photos